Pengamat: Sangat Disayangkan Kedua Capres Tidak Punya Strategi Atasi Impor Pangan
![]() |
| Sumber: Alinea.ID |
Minggu, 17 Februari 2019 dilaksanakannya Debat Kedua Pilpres 2019. Bahkan selaku pengamat ekonomi Suroto menilai kedua calon presiden baik Joko Widodo maupun Prabowo Subianto tidak memiliki strategi kebijakan untuk mengatasi jebakan atas impor pangan.
Dilansir dari Antara, ia mengatakan, kedua capres cenderung hanya ingin membangun ketahanan pangan semata.
"Strategi kebijakan jangka pendek untuk keluar dari jebakan importasi pangan tidak ada, sama sekali tidak disinggung," kata Suroto yang juga Ketua Lembaga Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (Akses) di Jakarta, Senin (18/2/2019).
Bahkan keduanya dianggap tidak memiliki keinginan yang kuat untuk membangun kedaulatan pangan.
"Antagonisme harga baik buat petani dan konsumen, dimana petani butuh harga tinggi dan konsumen ingin harga murah itu, ya harus diselesaikan secara institusional," katanya.
Menurut Suroto sendiri, bila rantai pasar sudah dihentikan dengan cara apapun namun struktur pasar tidak dirombak, maka tidak akan mengubah keadaan. Ongkos "input" dan "output" petani di Indonesia, kata dia, semakin berat dari waktu ke waktu.
"Ketika panen beras mereka paling pertama beli beras pertama dan habis panen mau tanam sudah utang lagi," katanya.
Suroto bahkan juga mengamati di manapun pertanian budi daya atau "on farm" pasti memiliki kecenderungan margin dan rentan terhadap perubahan cuaca atau bahkan keuntungan yang sangat rendah. Maka dari itu, ketika produksinya terus ditingkatkan itu juga akan menciptakan penurunan harga ketika produksi melimpah.
Bahkan Suroto juga menyayangkan ketika kedua capres juga tidak menyinggung persoalan industrialisasi sektor primer pangan.
"Padahal, untuk memotong persoalan importasi pangan barang jadi itu kan di soal ini. Pertanian rumah tangga dan juga industri rumah tangga kan intinya di sini," tutupnya.
Sumber: akurat.co

Komentar
Posting Komentar